Subscribe:

Rabu, 16 Februari 2011

Silsilah

Diposkan Oleh: Muhtadi Bantan - Diperbarui Pada: Rabu, 16 Februari 2011 Pukul 12.59.00


Share this :
Silsilah


Bukan maksud menyombongkan diri dan bukan pula berlaga-lagu, saya mengutarakan ini hanya untuk bersyukur atas semua nikmat karunia Ilahi semata, sesuai dengan "QS: Ad-Duha ayat akhir"

وأما بنعمة ربك فحدث


Adapun dengan nikmat Tuhanmu maka ceritakan

Sekelumit tentang saya.

1. silsilah

Di lahirkan di Cikadueun pada tgl.30 Rajab dengan nama Muhammad Muhtadi, dalam buku catatan sipil, ijazah juga KTP bernama Encep Muhtadi dari pasangan H. Hasbulloh bin H. Syafei bin H. Madsirad (M. Syirajudin) bin tb. Fudyan bin tb. Suryakencana bitung bin Raden Arya Kusuma Difarana bin tb. Siyay (tb. Kiai) bin tb. Muhammad Said Pangeran Natabaya bin Sulthon Abulmahasin Zaenal Abidin bin Sulthon Haji. Adapun dari ibu bernama Hj. Khadijah bt. H. Zuhri bin H. Ya'qub bin H. Adnan bin Nyi Halimah bt. Aisyah bt. Nyi Purun bt. Ki Rohim bin Nyi Rohiyah bt. Ki Romiya bin Ki Utsman bin Tb. Muhamad Sholeh Kiyai Manshur Cikadueun bin Sulthon Muhamad Syifa Zainul Alamin bin Sulthon Abul Mahasin Zaenal Abidin bin Sulthom Haji bin Sulthon Ageng Tirtayasa Abdul fattah Pangeran Surya bin Sulthon Ahmad Kanari bin Maulana Abul mafakhir Mahmud Abdul qodir bin Maulana Muhamad Nasrudin Ratu Banten bin Maulana Yusuf Pakalangan bin Maulana Hasanudin Syekh Sabakinkin bin Maulana Syarif Hidayatulloh Syekh Sunangunungjati bin Maulana Syarif Abdulloh dan ibu Syarifah Mudaim Nyi Larasantang putri Baduga Prabu Siliwangi.

2. Menuntut Ilmu

Dan sebagai manusia, saya di lahirkan tidak membawa ilmu. Muhtadi kecil mengenyam didikan di SD. Kadudampit enam tahun, dan lulus terus melanjutkan ke MTs. Al-Hikmah Cipeucang tiga tahun, setelahnya melanjutkan belajar menempuh jalan jadi Drs. (di rumah saja) di asuh ayah tercinta dan guru di lingkungan sekitar terutama di Abah KH. Memed Zaenal Abidin bin Embah Isa bin KH. Sayudin Cipadung Munjul. Menjelang dewasa dan badan pun teu pati letoy, terus melanjutkan belajar ke Kadukaweng di pesantren Riyadhul Alfiyah, di Mama Kiai Haji Sanja bin H. Kasmin dan Hj. Umi Elas sekeluarga. Seterusnya melanjutkan ke Tanggerang tepatnya di Caringin Cisoka, Saekhuna Abah H. Yusuf bin Muhamad Said dan ibu Hj. Uminah. Dan kembali ke kampung tahum '94 dan menunggu giliran dengan adikadik yang belajar ke tempat jauh, yang tadinya saya ingin melanjukan ke wetan (timur) maunya ke Warudoyong tempat di mana wetan itu gudangnya ilmu sastra arab dan ilmu falak, sambil membantu ayahanda,  Muhtadi menyibukkan diri hinga sekarang masih santri dan mesantren di Pondok Pesantren Nurul Huda. Selengkapnya--->>>


Muhtadi Hasbi



Ende H. Syafe'i bin H. M. Syirajuddin



Artikel Terkait:

0 Blogger
Twitter
Facebook

0 komentar:

Posting Komentar